FENOMENA TINDIHAN SAAT TIDUR

Standard

Pendahuluan

Apakah anda pernah terbangun tiba-tiba dari tidur akan tetapi tidak bisa menggerakkan seluruh anggota badan?. Anda merasa sudah bangun dan sadar tetapi tidak bisa bergerak, berbicara atau berteriak. Terkadang badan juga terasa ada yang menekan atau menindih. Orang biasa menyebut hal ini sebagai tindihan. Peristiwa ini biasanya diikuti oleh halusinasi dan perasaan seperti ada makhluk yang menindih. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagian orang, bahwa peristiwa ini disebabkan oleh ditindih makhluk gaib atau syetan. Selama tindihan ini penderita juga seringkali merasa seperti tercekik dan susah bernafas.

Isi

Fenomena tindihan ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Di China fenomena ini disebut sebagai guǐ yā shēn yang artinya hantu menindih tubuh. Sedangkan di Jepang fenomena ini dikenal sebagai kanashibari. Sedangkan di Turki dikenal dengan istilah karabasan. Di Benua Amerika tepatnya di Meksiko fenomena ini menurut cerita rakyat disebabkan oleh hantu, mereka menyebut fenomena ini sebagai subirse el muerto.

Berdasarkan penelitian dari Fukuda et al (1998) menemukan bahwa sekitar 4-40% orang pernah mengalami tindihan atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Sleep paralysis satu kali dalam hidupnya. Peristiwa tindihan ini berkaitan dengan REM (Rapid Eye Movement atau pergerakan mata yang cepat) yang pada manusia biasanya terjadi kira-kira 20-25 % dari total tidur atau sekitar 90-120 menit setiap malam dan kira-kira terjadi sekitar 4 – 5 kali. Di perkirakan bahwa fenomena tindihan ini berkaitan juga dengan posisi tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, peningkatan stress, perubahan lingkungan dan kelebihan konsumsi alkohol dengan diikuti tidur yang kurang.

Seorang peneliti dari Department of Psychology, University of Waterloo, Waterloo, Ontario Kanada yang bernama Cheyne J.A melakukan penelitian terhadap 6730 orang terkait fenomena ini yang termasuk di dalamnya 4699 orang yang pernah mengalami Sleep paralysis atau tindihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh posisi tidur (terlentang, tengkurap dan menyamping) dan waktu terjadinya Sleep paralysis waktu tidur (awal, pertengahan dan akhir tidur). Dari penelitiannya dia menemukan bahwa sebagian besar responden mengalami tindihan pada waktu posisi tidur terlentang daripada posisi tengkurap atau menyamping. Sleep paralysis juga dilaporkan sering terjadi pada waktu awal dan pertengahan tidur daripada pada waktu akan bangun tidur di akhir tidur. Efek posisi tidur dan waktu tidur terhadap halusinasi yang sering muncul ini juga dikaji dan ditemukan bahwa efek sedang ditemukan pada waktu tidur dan tidak pada posisi tidur.

Bagaimana untuk menghindari fenomena ini dari website www.narcolepsy-symptom-treatment.org. di jelaskan bahwa dengan mengetahui tentang penyebab dari fenomena ini akan mengurangi ketakutan dan frekuensi dari terkena tindihan ini. Selain itu beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu :

1. Tidur cukup.

2. Mencoba untuk rileks ketika akan tidur.

3. Ketika mengalami tindihan usahakan untuk menggerakkan mata.

4. Hindari mengkonsumsi produk2 yang mengandung cafein sebelum tidur.

5. Pelajari pola tidur anda yang seringkali menyebabkan anda mengalami tindihan.

6.Bagi yang sudah menikah, hubungan suami istri dianggap salah satu jalan untuk mengurangi terjadinya tindihan.

 

Penutup

Dan hal yang penting untuk dilakukan sebelum tidur tentu saja adalah berdoa kepada Allah SWT agar diberikan tidur yang nyaman serta mendapatkan mimpi yang indah.  Semoga bermanfaat n have a nice sleep🙂.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s