PRINSIP – PRINSIP ISLAM TENTANG PSIKOLOGI

Standard

PENDAHULUAN

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia diciptakan Allah dari tanah. Manusia dikirim ke muka bumi ini sebagai khalifah di bumi untuk mengatur dan memakmurkan bumi dan sgala isinya.

 ISI

A. Manusia Dalam Pandangan Psikologi

Ada 4 aliran besar psikologi:

1. Psikoanalisis, tokohnya Sigmund Freud: Kepribadian manusia terdiri dari 3 aspek yaitu Id, Ego, Super Ego.

2. Aliran Behavioristik, bahwa manusia adalah netral, baik atau buruk dari perilakunya ditentukan oleh situasi dan perilaku yang dialami oleh manusia tersebut.

3. Aliran Humanistik (tokohnya Flankl), bahwa  manusia memiliki potensi yang baik, minimal lebih banyak baiknya dari pada buruknya.

Menurut Flankl manusia terdiri dari 2 komponen dasar:

  • Dimensi raga (somatis)
  • Dimensi kejiwaan (psikis / noetik).

4. Aliran Transpersonal (Maslow), bahwa manusia tidak mandeg pada kebutuhan biologis, rasa aman, persahabatan, penghargaan, tetapi juga menjadi manusia yang diinginkannya.

 

B. Manusia Dalam Pandangan Islam

Pemikiran Islam menyatakan bahwa manusia merupakan rangkaian utuh antara 2 unsur yaitu jasmani dan rohani. Unsure manusia yang bersifat rohani:

  • Fitrah, berasal dari bahasa Arab,yang berarti penciptaan. Fitrah manusia adalah apa yang menjadi kejadiannya / bawaan sejak lahir.
  • Qalb, berasal dari bahasa arab, yang artinya membalik. Fungsi qalb adalah untuk merasakan adanya kehadiran Tuhan dan menerima petunjuk serta bimbingan agama.
  • Ruh, adalah unsur terakhir yang dimasukkan  kedalam tubuh manusia
  • ‘aql (akal), akar kata ‘aql dapat dipahami:

ü  Daya untuk memahami dan menggambarkan sesuatu.

ü  Dorongan moral

ü  Daya untuk mengambil pelajaran dan kesimpulan serta hikmah.

  • Nafs, berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan & keburukan. Nafs dapat dikategorikan menjadi 8, yaitu:

ü  Nafsul Ammarah: jiwa yang belum mampu membedakan yang baik dan buruk, lebih mendorong kepada tindakan yang tidak patut.

ü  Nafsul Lawwamah: jiwa yang telah memiliki rasa insaf dan menyesal setelah melakukan suatu pelanggaran.

ü  Nafsul Musawwalah: jiwa yang telah bisa membedakan yang baik dan buruk, telah bisa menggunakan akalnya untuk menimbang mana yang baik dan mana yang buruk.

ü  Nafsul Muthmainnah: jiwa yang telah mendapat tuntutan dan pemelihara sehingga mendatangkan ketenangan jiwa.

ü  Nafsul Mulhamah: jiwa yang memperoleh ilham dari Allah Swt dikarunia ilmu dan dihiasi Akhlak Mahmudah.

ü  Nafsu Raadliyah: jiwa yang ridho kpd Allah, selalu bersyukur kpd Allah.

ü  Nafsul Mardliyah: jiwa yang diridhoi Allah.

ü  Nafsu Kaamimlah: jiwa yang telah sempurna.

KESIMPULAN

  1. Islam memandang manusia terdiri dari 2 unsur: jasad & ruh,sedang humanistic memandang manusia terdiri dari 3 unsur: fisik, psikis, rohaniah. Tetapi pada prinsipnya sama.
  2. Islam & Humanistik mempunyai pandangan yang sama yaitu bahwa unsure spiritual/rohaniah merupakan inti kemanusiaan yang dapat membedakan manusia dengan binatang, jika fungsi spiritual tidak berfungsi dengan baik maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang, bahkan lebih buruk dari binatang.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s