Manajemen Kurikulum

Standard

PENDAHULUAN

Dalam  arti sempit kurikulum adalah kumpulan mata pelajaran/bahan ajar yang harus disampaikan guru. Sedangkan dalam arti luas adalah lebih menekankan pada pengalaman

Pengertian kurikulum menurut UU No.20 Th. 2003 “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.”

ISI

A.    Misi dan Visi Pendidikan

Misi adalah jalan pilihan (the chosen track) suatu organisasi untuk menyediakan produk / jasa bagi custumernya (Mulyadi, 2001). Perumusan misi adalah suatu usaha untuk menyusun peta perjalanan.

Misi pendidikan nasional dibedakan menjadi tiga misi (Fasli Jalal dan Dedi Supriadi, 2001) yaitu:

  1. Misi jangka pendek:
  2. Melakukan penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu.
  3. Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan pendidikan sesuai dengan asas desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah.
  4. Melakukan perintisan program – program pengayaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Misi jangka menengah adalah menciptakan system, iklim dan proses pendidikan yang demokratis dan mengutamakan mutu, mampu mengembangkan  manusia dan kehidupan masyarakat Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan kreatif, inovatif, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, terampil, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  6. Misi jangka panjang adalah melakukan pembudayaan dan pemberdayaan system, iklim dan proses pendidikan nasional yang demokratis dan mengutamakan mutu dalam perspektif nasional dan global.

Visi adalah jalan pikiran yang melampaui realitas sekarang, sesuatu yang kita ciptakan yang belum pernah ada sebelumnya, suatu keadaan yang akan kita wujudkan yang belum pernah kita alami sebelumnya (Mulyadi, 2001). Visi pendidikan nasional adalah pendidikan yang mengutamakan kemandirian menuju keunggulan untuk meraih kemajuan dan kemakmuran berdasarkan nilai – nilai pancasila.

B.     Komponen – Komponen Kurikulum

a. Tujuan pendidikan

Tujuan merupakan komponen utama dalam kurikulum disamping isi atau bahan ajar (termasuk struktur program), strategi atau metode dan evaluasi (Burhan Nurgiyantoro, 1988; Nana S.S., 2001; Arieh levy, 1983). Tujuan yang telah dirumuskan bermanfaat untuk:

  1. Menjadi pegangan atau mengarahkan dalam mendesain materi pelajaran pada kurikulum yang akan disusun.
  2. Menjadi pegangan guru bagi guru sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar.
  3. Memberikan informasi kepada siswa tentang apa yang diharapkan dari kegiatan belajar yang dilakukan dan tentang apa yang seharusnya di pelajari.
  4. Sebagai alat evaluasi terhadap keberhasilan program belajar mengajar.
  5. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan / sekolah.

Tujuan pendidikan secara sederhana dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Tujuan formal adalah tujuan umum yang ingin dicapai setelah seseorang mengikuti suatu proses pendidikan tertentu (tujuan nasionala dan tujuan institusional).
  2. Tujuan material adalah tujuan yang ingin dicapai siswa setelah mempelajari bidang tertentu (tujuan kurikuler dan tujuan instruksional).
  3. Tujuan fungsional adalah tujuan yang diharapkan apa yang dipelajari siswa dalam kehidupan sehari – hari.

b. Isi atau bahan ajar

Bahan pengajaran yang dipilih harus memenuhi syarat – syarat sbb:

  1. Relevan, relevan dengan lingkungan siswa, perkembangan iptek, dunia kerja, perkembangan hidup.
  2. Efektif, sejauh mana tujuan dapat dicapai dengan bahan tersebut.
  3. Efisiensi, dimana tujuan dapat dicapai dengan bahan yang seminimal mungkin.
  4. Kontinuitas, bahan yang diberikan ada kesinambungan dengan bahan sebelumnya.
  5. Fleksibilitas, dalam penyampaian dapat dilakukan secara fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi.

Bahan – bahan kurikulum yang sudah dipilih, harus ditentukan atau dibatasi keluasannya (scope) dan ditentukan urutan penyampaiannya (sekuens). Pembatasan materi dimaksudkan bahwa bahan yang akan diberikan kepada siswa benar – benar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Disamping perlu pembatasan materi, bahan kurikulum harus diurutkan. Hal ini dengan mempertimbangkan:

  1. Tingkat kematangan anak
  2. Tingkat pengalaman anak
  3. Taraf kesulitan

c.       Srategi belajar mengajar

Setiap bahan pengajaran menuntut strategi tertentu, bahan pelajaran tertentu lebih sesuai dengan cara mengajar tertentu dibandingkan dengan cara mengajar lainnya.

d.      Evaluasi pengajaran

Evaluasi dilakukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah ditentukan  serta menilai proses belajar mengajar secara keseluruhan.

C.    Pengorganisasian Kurikulum

Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka umum program – program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Pengorganisasian kurikulum dikelompokkan menjadi:

  1. Separate subject curriculum, artinya bahan pengajaran diberikan  secara terpisah antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya.
  2.  Controlled curriculum, artinya baha – bahan  pengajaran dihubungkan satu dengan yang lainnya.Integrated curriculum, artinya bahan – bahan pengajaran diberikan tidak dibatasi oleh jenis – jenis mata pelajaran,tetapi disajikan dalam bentuk unit – unit yang merupakan satu kesatuan.
  3. Integrated curriculum, artinya bahan – bahan pengajaran diberikan tidak dibatasi oleh jenis – jenis mata pelajaran,tetapi disajikan dalam bentuk unit – unit yang merupakan satu kesatuan.

D.    Implementasi Kurikulum

Dalam mengembangkan kurikulum harus ditentukan tentang system pelaksanaannya, apakah menggunakan system kelas atau tidak.

Kalender akademik dapat digunakan oleh sekolah untuk menentukan kegiatan sekolah selama satu tahun. Dari mulai tahun ajaran, akhir tahun ajaran, ulangan catur wulan/semester, ujian akhir dan kegiatan lainnya.

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun jadwal adalah prinsip didaktis, walaupun dalam praktiknya tidak akan terlepas dari prinsip praktis.

E.     Pengendalian Pelaksanaan Kurikulum

Pengendalian harus dilaksanakan secara menyeluruh baik kurikulumnya maupun pelaksanaannya. Pengendalian ini menjadi penting karena:

  1. Adanya perubahan. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mengatasi dan memanfaatkan perubahan tersebut untuk kepentingan pendidikan selanjutnya.
  2. Kompleksitas, artinya lembaga pendidikan merupakan organisasi yang mempunyai kegiatan yang kompleks dilaksanakan oleh banyak orang.
  3. Kesalahan, dalam praktik, suatu kegiatan tidak lepas dari kesalahan. Sehingga jika ada kesalahan segera dapat terdeteksi dapat dicarikan pemecahannya.
  4. Hambatan,  dapat mengatasi hambatan – hambatan yang dihadapi sekolah, guru, siswa ataupun karyawan administrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s